-->

    Social Items

By:Nurfazri

Pada Kesempatan Hari Yang Mendung Ini Ane Yang Masih Newbie Mencoba Untuk Menghubungkan Laptop ane Ke internet dengan mikrotik melalui webfig karena memakai sudah terlalu mainstream hehehe padahal ane bisa nya pake webfig.....

Ok Langung Ke Tutorial nya

1.Setting Ip Laptop Anda Seperti Ini misalkan Disini Ane pake ip  192.168.88.2
2.Buka Web Browser Disini Ane pake Mozilla Firefox dan Masukan Ip 192.168.88.1 pada url nya

3.Kemudian Login Dengan username (admin) dan password (kosongkan saja) Kemudian Akan muncul halaman seperti ini.


 4.Kemudian Klik Menu Ip >> Addresses >> Add New
Samakan Settingan nya seperti  gambar di atas kecuali interface nya, karena disini ether 2 yang terhubung ke laptop saya. jadi saya menggunakan ether 2 kemudian klik ok

5.Klik Menu Ip >> DHCP Client Kemudian Klik Add New


 Kemudian Pilih interface yang terhubung ke internet,diasumsikan ane di sini menggunakan ether 3 yang terhubung ke internet (isp) Kemudian Klik Ok

6.Klik Pada Menu Ip >> Firewall >> Nat Kemudian Klik Add New

Ikuti Settingan seperti gambar di atas jika sudah klik tombol ok

7.Klik Pada Menu Ip >> Dns 

Centang Pada Allow Remote Request

8.Seharusnya Laptop Kita Sudah Bisa Terkoneksi Ke internet Coba Agan Ping Ke www.detik.com melalui cmd.

Apabila Ada Agan tidak ngerti agan bisa add fb ane... kali aja bisa ane bantu pahami

Menkoneksikan Laptop Ke internet dengan Webfig Mikrotik


By:Nurfazri


Sejarah singkat Model OSI
Dahulu pada era 70-an, banyak perusahaan software maupun hardware yang membuat
System Network Architektur (SNA), yang antara lain IBM, Digital, Sperry, Burough dsb.
Tentunya masing – masing perusahaan tersebut membuat aturan – aturan sendiri yang satu sama
lain tidak sama, misalkan IBM mengembangkan SNA yang hanya memenuhi kebutuhan
komputer – komputer IBM. Dari sini kemudian timbul masalah misalkan jaringan komputer
menggunakan SNA produk IBM ingin dihubungkan dengan SNA produk Digital tentunya tidak
bisa, hal ini disebabkan protokolnya tidak sama. Analoginya, misalkan anda berbicara dengan
bahasa jawa, tentunya akan dimengerti pula orang lain yang juga bisa berbahasa Jawa, misalkan
anda berbicara dengan orang Sunda apakah bahasa anda bisa diterima oleh orang tersebut?
tentunya tidak? Masalah ini bisa diselesaikan jika anda berbicara menggunakan bahasa standar
yang tentunya bisa dimengerti lawan bicara anda.
Menghadapi kenyataan ini, kemudian The International Standard Organization (ISO)
pada sekitar tahun 1980-an, meluncurkan sebuah standar model referensi yang berisi cara kerja
serangkaian protokol SNA. Model referensi ini selanjutnya dinamakan Open System
Interconnection (OSI).
Model Referensi OSI terdiri dari 7 buah bagian (layer), yang masing – masing layer
mempunyai tugas sendiri – sendiri. Dikarenakan OSI terdiri dari 7 macam layer, maka model
referensi OSI seringkali disebut 7 OSI layer.


A.OSI LAYER
(*)OSI layer sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection .Model ini disebut juga dengan model OSI Layer 7.
(*)OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan yang di kembangkan oleh badan international Organization for Standardization (ISO) di Europe pada tahun 1977.
(*)Sebelum Munculnya model referensi OSI,Sistem jaringan komputer sangat tergantung pada vendor pemasok perangkat jaringan yang berbeda-beda.
(*)Osi Layer Model juga dapat dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung.
 

Model Standar OSI 7

Urutan Layer Yaitu Dimulai Dari Bawah yaitu layer 1 dan Begitupun Seterus nya.

  • Layer 1 -3 adalah Media Layers
  • Sedangkan Layer 4 - 7 Adalah Host Layer

FUNGSI SETIAP LAYER  Menurut Referensi Yang Saya Dapatkan Dari SINI

  • Aplication Layer : Lapisan ke-7 ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup dimana aplikasi jaringan berkomunikasi dg layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, DNS, TELNET, NFS dan POP3.
  • Presentation Layer : Lapisan ke-6 ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
  • Session layer: Lapisan ke-5 ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah RPC (Remote Procedure Call), dan DSP (AppleTalk Data Stream Protocol).
  • Transport layer : Lapisan ke-4 ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah UDP, TCP, dan SPX ( Sequence Packet Exchange).
  • Network layer : Lapisan ke-3 ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah DDP (Delivery Datagram Protocol), Net BEUI, ARP, dan RARP (Reverse ARP).
  • Data-link layer : Lapisan ke-2 ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
  • Physical layer : Lapisan ke-1 ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah Ethernet, FDDI (Fiber Distributed Data Interface), ISDI, dan ATM.




Mengenal Layer Osi (Osi Layer 7) Dan Sejarah Nya


By:Nurfazri

Sebelumnya Alat-Alat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1.Kabel Utp
2. Connector RJ45
3. Cramping tool
4.Tester kabel UTP
 Jika Peralatan Seperti Diatas Telah Terkumpul Maka Kita Bisa Memulai Praktek nya.

1.Kupas bagian luar kabel UTP sepanjang kira-kira 2 cm dengan menggunakan pisau Pada  tang krimping sehingga nampak bagian  dalam kabel yang berjumlah  sebanyak 8 buah.

2.Kemudian Susun pin Kabel Dengan Susunan Straight Atau Cross Over Berikut ini perbedaannya

STRAIGHT THROUGH CABLE
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda. Urutan standar kabel straight adalah sesuai dengan standar TIA/EIA T568B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai sesuai standar TIA/EIA 368A. Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan antara computer dengan switch.
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL.
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL.
  4. Menghubungkan switch ke router.
  5. Menghubungkan hub ke router.
CROSS OVER CABLE
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung.
  2. Menghubungkan 2 buah switch.
  3. Menghubungkan 2 buah hub.
  4. Menghubungkan switch dengan hub.
  5. Menghubungkan komputer dengan router.





 Gambar Susunan Pin Nya 

3.Masukkan ujung kabel UTP tadi ke dalam konektor RJ-45. Pastikan urutannya benar sesuai dengan jalur-jalur yang sudah disediakan di dalam konektor tadi.
Dan juga pastikan ujung masing-masing kabel sudah mentok di bagian dalam konektor RJ-45

4.Masukkan konektor RJ-45 yang sudah terpasangi kabel UTP tadi ke salah satu mulut tang crimping yang memiliki bentuk dan ukuran cocok dengan konektor RJ-45. Tekan bagian pangkal konektor dengan tang krimping. Penekanan ini akan membuat pin-pin yang ada di ujung konektor menancap di masing-masing kabel.



Lakukan Cara 1 - 4 Untuk Kabel Yang Sebelah Nya.....

5.Mengetes Kabel yang tadi di crimping apakah sudah benar atau belum dengan menggunakan Lan tester. Masukan Keduan Ujung Kabel yang telah di pasang rj45 tadi Ke Lan tester Seperti Gambar Dibawah ini.Apabila Nyala Lampu Keduanya Nyala Sejajar dari 1 sampai 8 Maka Pemasangan Kabel Nya Sudah Berhasil


Sekian Dari Ane Mudah-Mudahan Agan Mengerti Penjelasan yang Masih  Newbie ini.

Apabila Ada Pertanyaan Bisa langsung Bbm Ane (Halah Bb y aja Ga  Punya wkwkw) Kalo enggak Add aja Fb Ane yang Ada Di Atas...

Sekian Dari Ane Semoga Tutorial nya Bermanfaat Walaupun Gambar Nya Bukan Asli Dari Ane....


Source Gambar: www.google.co.id


Memasang Kabel Utp Dan Rj45 dengan tang crimping


 Kali Ini Ane Mau Share Tentang Action pada filter rules yang dapat di akses dengan mengklik
IP => Firewall => Klik Tab Filter rules => Klik Tanda Plus + Merah

Berikut ini Beberapa pilihan Action, dan Fungsi nya :
  • Accept>>> Paket diterima dan tidak melanjutkan membaca baris berikutnya
 
  • Drop  >>> Menolak paket secara diam-diam (tidak mengirimkan pesan penolakan ICMP) 
 
  • Reject >>>Menolak paket tetap mengirimkan pesan penolakan ICMP
 
  • Jump >>> Melompat ke chain lain yang ditentukan oleh nilai parameter jump-target 
 
  • Tarpit >>>Menolak, tetapi tetap menjaga TCP connection yang masuk (membalas dengan SYN/ACK untuk paket TCP SYN yang masuk)
 
  • Passthrough >>> Mengabaikan rule ini dan menuju ke rule selanjutnya
 
  • log >>> Menambahkan informasi paket data ke log 

Sekian Dari Ane Semoga Bermanfaat...... 

Mengenal Action Filter Rules Pada Firewall mikrotik

Subscribe Our Newsletter